PADANG, SR–Keberanian Aktivis Perempuan, Edriana, SH, MA mendaftar secara resmi mendaftar ke Partai Gerindra, sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Sumbar, Kamis lalu (14/11), langsung direspon oleh Pengurus DPP Partai Gerindra.
Malam hari setelah pendaftaran, Edriana yang merupakan Kader Utama Partai Gerindra, langsung dipanggil oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, di Rumah Budaya Fadli Zon, di Aie Angek Cottage, Kabupaten Tanah Datar.
Edriana mengungkapkan, dirinya dipanggil Fadli Zon malam itu terkait konsolidasi dengan Pengurus DPP Partai Gerindra. Pada kesempatan itu, Fadli Zon menanyakan program dan kegiatan yang akan dilaksanakannya nanti, jika diusung oleh Partai Gerindra nanti. Pada kesempatan itu, Edriana menjelaskan secara gamblang.
Edriana mengatakan dirinya maju sebagai Calon Gubernur Sumbar, salah satu alasannya, karena dirinya ingin membangun dialog antar tokoh dan mengajak semua pihak untuk terlibat aktif mengelola potensi perantau minang, agar dapat memaksimalkan kemampuan pikiran dan materi mereka untuk membangun Sumbar.
Dengan maju pada konstelasasi pilkada Sumbar tahun 2020 nanti, Edriana ingin agar perempuan bisa memperoleh alokasi APBD dan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengembangkan UMKM mereka. Alokasi anggaran dan APBD di Sumbar harus lebih banyak diperuntukan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terutama bagi keluarga tidak mampu yang mencapai 20 persen dari sekitar 5,7 juta jiwa penduduk Sumbar.
Dengan ciri khas masyarakat Minang yang merupakan masyarakat matrilineal, maka perempuan bisa berdaya secara ekonomi dan politik. “UMKM perempuan, mempunyai potensi besar yang akan berdampak pada sektor pariwisata, pertanian dan perdagangan di Sumbar,” ujar perempuan yang menyelesaikan studi S2 dalam Women and Development di ISS, Belanda ini.
Edriana menjelaskan kepada Fadli Zon, bahwa dirinya ingin memperkuat UMKM perempuan. Perempuan Minang menurutnya, kaya akan kreativitas dan menghasilkan kerajinan. Dengan membuka pasar lokal, nasional, regional dan internasional untuk barang-barang kerajinan, maka perlu juga memberikan pendidikan, pelatihan dan membawa inovasi untuk pengembangan kerajinan bagi pelaku usaha perempuan.
Potensi Sumbar harus diangkat ke tingkat nasional, regional dan internasional, agar kesempatan dan ruang bagi perempuan untuk berkreasi dan berproduksi terbuka luas. Peran ini harus dikelola dengan baik. Kehadiran kepala daerah perempuan, merupakan alasan strategis menghidupkan ekonomi di level menengah bawah yang digerakan dari rumah ke rumah.
Edriana mengungkapkan, dirinya juga ingin perempuan Sumbar juga dapat menikmati akses atas pendidikan tinggi seperti yang sudah dimulai pendahulunya. Seperti, Rangkayo Rasuna Said, Rohanna Kuddus, Rangkayo Hj Rahmah El Yunusiyah yang kepemimpinannya sudah diakui negara.
Pada kesempatan itu, Fadli Zon juga sempat menyinggung terkait permasalahan tidak hadirnya satu pun unsur Pimpinan DPD Partai Gerindra Sumbar, saat Edriana mendaftar. Di mana waktu pendaftaran salah seorang pendukung Edriana mengungkapkan kekecewaannya kepada Pengurus DPD Partai Gerindra Sumbar dan informasi pemberitaannya telah beredar di media. Informasi tersebut, juga telah sampai ke tingkat DPP Partai Gerindra dan menjadi permasalahan serius. Pasalnya, Edriana merupakan Kader Utama Partai Gerindra.
Menanggapi pertanyaan Fadli Zon, tersebut, Edriana justru mengatakan tidak ada persoalan lagi tentang masalah tersebut. Edriana menerima apapun kondisi saat itu dan memaklumi bahwa Pengurus DPD Gerindra Sumbar sedang sibuk hari itu. Baginya, yang terpenting adalah dirinya telah mendaftar secara resmi di Partai Gerindra.
“Saya tidak mempersoalkan ketidakhadiran unsure pimpinan DPD Gerindra Sumbar. Kita berpikir positif saja, mungkin karena kesibukan mereka. Yang penting saya sudah mendaftar secara resmi di Partai Gerindra, sebagai Bacalon Gubernur Sumbar dan diterima dengan baik oleh Pengurus DPD Partai Gerindra Sumbar,” ujar Edriana. (Sr/Lutfi)