Semarang, Suarakita.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus mendorong penggunaan TTE di Jawa Tengah, setidaknya di lingkup pemerintah provinsi. Terlebih, dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi Cerdas, diharapkan jajaran di bawahnya pun dituntut lebih cerdas.
Salah satu yang tengah dilakukan, menyiapkan perpindahan sistem dari dokumen manual ke e-office. Sebab, dengan e-office pekerjaan lebih cepat, tidak perlu pengadaan kertas dan tidak merepotkan.
“Penggunaan dengan e-office pekerjaan lebih cepat, tidak perlu pengadaan kertas dan tidak merepotkan,tentu dengan adanya e-office ini nantinya akan mempermudah pelayanan” Jelas Ganjar.
Dengan penyimpanan sistem elektronik, tidak membuat gudang-gudang penuh dengan kertas dokumen, dengan menyimpan semua dokumen diserver atau cloud, kantor menjadi lebih bersih, enak, nyaman, semua cepat. Berkas dokumen mudah dibuka dan dicari.
“Apa bedanya tanda tangan elektronik dengan yang tidak? Apa bedanya tanda tangan digital dengan yang tidak? Ternyata jawabannya satu, tidak ada bedanya. Maka, saya dorong Pemprov Jateng, khususnya Diskominfo, mari siapkan perpindahan ke e-office,” tegasnya.
Menurut gubernur, jika tanda tangannya sudah distandarisasi, urusan dokumen maupun surat-menyurat akan semakin mudah. Maklum saja, sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah, setiap hari dia mesti menandatangani banyak surat dan dokumen. Padahal, seharian kegiatan Ganjar sangat padat.
“Jangan ‘siksa’ gubernurmu ini dengan tanda tangan setumpuk setiap harinya. Kalau tanda tangan saya sudah distandarisasi, akan mudah. Mungkin, tinggal cap jempol saja, tanda tangan akan keluar di surat atau dokumen. Pelayanan masyarakat juga akan lebih mudah, murah, cepat, transparan, akuntabel, taat aturan, dan yang pasti masyarakat senang” pungkasnya.
*Sumber: Akuratnews.com