Sekilas Info

TNI – Sipil Harus Solid Menjaga Demokrasi dan Persatuan Indonesia.

Waspadai Adu Domba – Terkait Baliho HRS, Sipil dan TNI Segera Cari Jalan Tengah

Oleh : Agusto Sulistio - Pegiat Sosmed

Selama masa Pandemik corona saya meliput aksi di Jakarta. Dari aksi damai hingga yang berujung bentrokan.

Semua peserta aksi kerap berhadapan dengan aparat keamanan, khususnya Polri. Dan tak jarang terjadi gesekan. Entah dimulai dari peserta aksi atau hal lain.

Hal tersebut tidak halnya seperti yang terjadi pada TNI. Semua peserta aksi kerap memuji kehadiran TNI, sekalipun pasukan TNI meminta untuk pulang / bubar. Malah yang terjadi saat diminta bubar TNI, peserta aksi tak jarang yang menghampiri personil TNI untuk menjabat tangan, berpelukan dan foto Selfi. Ini tanda betapa dekatnya massa aksi dengan TNI.

Pemandangan itu hari ini berubah 180 derajat, tat kala Pangdam Jayakarta perintahkan jajarannya untuk menurunkan Baliho Habib Rizieq di wilayah Petamburan, kawasan pemukiman HRS.

Menurut banyak pendapat, bahwa pekerjaan menurunkan baliho tak layak dilakukan oleh TNI apalagi dengan senjata lengkap. Pekerjaan ini sudah ada aturannya dilakukan oleh sekelas Satpol PP.

Hari ini wajah TNI tercoreng dengan aksi penurunan Baliho ini. Sebab muncul banyak pro kontra atas tindakan ini. Saya menilai apakah hal ini sadar dilakukan oleh TNI? Apakah tidak menimbang citra TNI kedepan dimata rakyat? Apakah tak ada cara lain untuk tertibkan hal ini, yang sebetulnya protapnya sudah diatur dalam UU ketertiban umum.

Semoga kejadian ini segera bisa diselesaikan demi menjaga marwah dan wibawa TNI sebagai lembaga Pertahanan yang dicintai rakyat.

Tak bermaksud memihak kepada salah satu kelompok, saya mengharap adanya kesadaran kolektif untuk segera mencari jalan tengah demi persatuan Bangsa, agar terhindar dari upaya adu domba pihak tertentu.

Jakarta, 20 November 2020, 19.25 Wib.