Tidak Terima diPHK Buruh PT. Sarimakmur Tunggalmandiri Medan Demo Anarkis

  • Whatsapp

MEDAN – Buruh pabrik PT. Sarimakmur Tunggalmandiri Jl. Kompos No.110-A, Medan melakukan demo yang menjurus kepada tindakan anarkis sehingga menyebabkan 2 orang Satpam perusahaan mengalami luka-luka akibat pengeroyokan di dalam kawasan pabrik.

Berawal dari di-PHK-nya 119 buruh pabrik yang dinilai tidak produktif oleh pihak perusahaan beberapa waktu lalu. 119 buruh yang tergabung dalam satu divisi produksi dinilai tidak produktif mencapai target produksi perusahaan, sehingga perusahaan melakukan PHK. Para buruh tersebut merasa tidak puas lalu melakukan pengaduan ke Dinas Tenaga Kerja.

Disnaker lalu mengundang pihak perusahaan dan buruh untuk didengar pendapatnya pada Kamis, 09/09/2021 minggu lalu.

Hasil pertemuan tersebut disepakati dan rekomendasi Disnaker agar perusahaan memenuhi hak-hak buruh yang di-PHK sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku.

Namun entah mengapa, sekira 70an orang buruh tiba-tiba melakukan demo pada hari Jumat, 17/09/2021 semalam dan menerobos ke dalam lingkungan pabrik serta menginap.

Hari ini Sabtu, 18/09/2021 buruh yang berdemo tersebut melakukan orasi disertai aksi anarkis melakukan pengeroyokan dan pemukulan kepada Satpam perusahaan yang berupaya menenangkan para buruh.

“Kami sudah membuat pengumuman secara resmi yang ditempel di pintu gerbang pabrik bahwa, buruh yang di PHK agar segera menghubungi pihak manajemen untuk menerima hak-haknya. Hak-hak mereka semua dipenuhi oleh perusahaan sesuai UU dan peraturan yang berlaku.” demikian disampaikan oleh Kana Desen, SH. selaku Legal Officer perusahaan.

“Sekira 40 orang buruh sudah menerima dan akan diberikan hak-haknya pada waktu yang sudah disepakati. Namun sekira 70 orang buruh yang belum menghubungi pihak manajemen, melakukan demo menghalangi dan mengusir kenderaan yang masuk pabrik dan pekerja lain yang akan masuk kerja. Semalam mereka menerobos masuk dan menginap dalam pabrik. Hari ini mereka melakukan demo lagi disertai aksi anarkis mengeroyok dan memukul dua orang Satpam yang berupaya menenangkan.” lanjutnya.

“Kami sudah menghubungi pihak kepolisian untuk hal ini dan akan kami tindak sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.” demikian Kana menutup konfirmasi investigasi wartawan yang menghubunginya via telepon. (TjK)

Pos terkait