Kuasa Hukum PT. Basa Laporkan Oknum Karyawan dan Pimpinan BNI Ke Polisi

  • Whatsapp

SUMBAWA, Suarakita.Id – Direktur PT. Bangun Alam Samawa (Basa), Rijki Randani melalui kuasa hukumnya Surahman,MD,SH,MH mengadukan pimpinan dan karyawan Bank BNI cabang Sumbawa. Surahman kepada media ini mengatakan bahwa laporan pengaduan tersebut ia lakukan berdasarkan surat kuasa khusus nomor:0133/PDN/Adv.SS/1X/2021.

Menurutnya, bahwa dirinya atas nama kuasa hukum pt. Basa melaporkan pimpinan dan karyawan bni cabang sumbawa.

“Atas nama berinisial AA dan IPA terlapor (1) dan (2) mereka berdua diduga telah melakukan tindak pidana,”ungkapnya (13/9).

Lanjutnya adapun kronologis kejadiannya sebagai berikut antara lain
Bahwa pELAPOR adalah Nasabah/Debitur di Bank Negara Indonesia Cabang Sumbawa;
Bahwa PELAPOR menjadi Nasabah/Debitur pada Bank Negara Indonesia Cabang Sumbawa sudah sekitar 10 tahun lalu dan hingga saat ini, hubungan kerja sama antara pelapor dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Sumbawa adalah hubungan bisnis yang saling menguntungkan dengan suatu Perjanjian kridit yang telah dilakukan perikatan secara terus menerus berdasarkan akad kridit yang telah disetujui oleh para pihak dalam Sepuluh Tahun ini, namun dalam perjalanan pada tahun 2019 dan 2020 Perlakuan Pimpinan dan salah satu staf Bank Negara Indonesia Cabang Sumbawa sebagaimana dalam Kasus Hukum ini adalah PARA PELAPOR justru telah menghilangkan kepercayaan kami selaku Nasabah/Debitur sebagaimana perlakuan yang telah merugikan kami selaku Debitur.

Tambahnya, bahwa pada tanggal 24 September 2019 para terlapor kembali memberikan kepercayaan kepada kami selaku pelapor dalam hal tambahan modal kerja yakni melalui Kridit Modal Kerja Transaksional (KMK), Transaksional) sebanyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) dengan jangka waktu 6 (enam) bulan setelah tanda tangan PK, sebagaimana Surat Persetujuan dari BNI Cabang Sumbawa Nomor : SBW/5.4/0611/R, Perihal : Persetujuan Pelepasan dan Penggantian Jaminan Fasilitas Kredit;
Bahwa atas persetujuan kedua belah pihak terhadap Kridit Modal Kerja Transaksional sebesar Rp. 1.500.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) dengan JAMINAN sebidang tanah yang terletak di Jalan Lintas Sumbawa-Bima, Desa Langam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat SHM Nomor 539 seluas 966 M2 tanggal sertifikat 15/03/2017 atas nama Abdul Karim Maula (Ayah Kandung Direktur PT. BASA) dan SHM Nomor 540 seluas 354 M2 tanggal sertifikat 15/03/2017 atas nama Abdul Karim Maula (Ayah Kandung Direktur PT. BASA), dengan nilai jual kedua obyek tersebut berdasarkan appraisal terakhir sebesar Rp. 1.716.000.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Enam Belas Juta Rupiah);

Sambungnya, bahwa setelah kredit modal Kerja Transaksional (KMK Transaksional) cair dari BNI Cabang Sumbawa sebanyak Rp. 1.500.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah), maka pada tanggal 20 Maret 2020 PELAPOR menghubungi TERLAPOR 1 atas nama berinisial AA melalui percakapan media Whatsapp di nomor 08776548xxxx Dengan inti percakapan terkait masalah Kridit Modal Kerja Transaksional (KMK Transaksional), kemudian TERLAPOR 1 meminta kepada PELAPOR untuk segera melakukan pelunasan KMK Transaksional sebelum jatuh tempo, dalam percakapan tersebut walaupun melalui media whatsapp tetap kami pakai sebagai bukti sah terhadap jumlah total pembayaran/pelunasan serta tujuan nomor rekening transaksi pelunasan serta apa saja hak-hak PELAPOR selaku Nasabah setelah melakukan pelunasan KMK Transaksional;

Bahwa dalam percakapan tersebut, TERLAPOR 1 meminta kepada PELAPOR untuk segera melakukan pelunasan atas KMK Transaksional sebanyak Rp. 1.512.952.499,- (Satu Milyar Lima Ratus Dua Belas Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Dua Ribu Empat Ratus Sembilan Puluh Sembilan Rupiah) ke rekning Afiliasai nomor : 75155xxxx atas nama Rijki Randani, jumlah tersebut dibayarkan atas pinjaman KMK Transaksional sebesar Rp. 1.500.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah), bahwa sebelum dilakukan pelunasan tersebut ada kesepakatan antara PELAPOR dan TERLAPOR 1 yang pada pokoknya menyatakan apabila PELAPOR telah melakukan pelunasan sesuai dengan jumlah yang ditentukan maka akan diberikan atau dikembalikan beberapa jaminan terhadap pinjaman KMK Transaksional  tersebut sesuai dengan usulan dari PELAPOR, dan usulan tersebut telah diajukan oleh TERLAPOR 1 ke Komite BNI Cabang Sumbawa dengan hasil DISETUJUI pengembalian jaminan/agunan sesuai dengan permintaan, bahkan persetujuan pengembalian jaminanpun DISETUJUI olen TERLAPOR 2 atas nama berinisial IPA;

Sambungnya, bahwa dengan adanya itikad baik dari TERLAPOR 1, TERLAPOR 2 DAN Komite BNI Cabang Sumbawa yang menjadikan dasar kesepakatan bersama antara Nasabah/Debitur dengan Perbankan/Kreditur, akhirnya PELAPOR berusaha untuk menyiapkan dana sebanyak Rp. 1.512.952.499,- (Satu Milyar Lima Ratus Dua Belas Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Dua Ribu Empat Ratus Sembilan Puluh Sembilan Rupiah) dengan cara melakukan pinjaman sementara ke sahabat dan kerabat PELAPOR untuk mencukupi dana sebanyak Rp. 1.512.952.499,- dengan jaminan agunan yang ada di BNI Cabang Sumbawa (agunan dalam kesepakatan PELAPOR, TERLAPOR 1, TERLAPOR 2 DAN Komite BNI Cabang Sumbawa) akan PELAPOR kasih ke mereka untuk dibayar;

Bahwa pada tanggal 23 Maret 2020 PELAPOR melakukan pembayaran pelunasan KMK Transaksional sebanyak jumlah yang disebutkan oleh TERLAPOR 1 dalam percakapan serta kesepakatan bersama melalui media Whatsapp sebanyak Rp. 1.512.952.499,- (Satu Milyar Lima Ratus Dua Belas Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Dua Ribu Empat Ratus Sembilan Puluh Sembilan Rupiah) melalui pengiriman uang dari kantor BRI Cabang Sumbawa yang dilakukan oleh saudara AMI ARIEF SYAIFULLAH selaku karyawan PT. BANGUN ALAM SAMAWA yang diperintahkan langsung oleh PELAPOR;
Bahwa setelah PELAPOR melakukan pelunasan tersebut, PELAPOR kembali menghubungi TERLAPOR 1 untuk memberitahukan serta menanyakan kapan bisa jaminan yang sudah menjadi kesepakatan bersama akan dikembalikan kepada PELAPOR…………..? TERLAPOR 1 menjawab sekitar 12 hari kerja, namun hingga saat ini jaminan/agunan tersebut tidak jugak dikembalikan oleh TERLAPOR 1, TERLAPOR 2 DAN Komite BNI Cabang Sumbawa, Sehingga PELAPOR merasa telah ditipu oleh PARA TERLAPOR dan Komite BNI Cabang Sumbawa;

Bahwa dengan telah terjadinya Perbuatan Melawan Hukum yang menimbulkan Kerugian bagi PELAPOR, maka PARA TERLAPOR serta Komite BNI Cabang Sumbawa secara terang benderang dengan unsur Melawan Hukum telah merugikan PELAPOR selaku pemilik atas agunan/jaminan yang saat ini ada ditahan oleh PARA TERLAPOR, sehingga PELAPOR mengalami kerugian sebanyak Rp. 1.716.000.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Enam Belas Juta Rupiah);

Masih menurutnya, bahwa saat ini pembuktian
Pelapor  memiliki alat bukti, yakni :
Foto Copy percakapan media Whatsapp.
Foto Copy Slip Pembayaran/penyetoran Rp. 1.512.952.499,-.
Foto Copy Surat Persetujuan dari BNI Cabang Sumbawa Nomor : SBW/5.4/0611/R.

Sedangkan jika dilihat dari penilaian hukum
Bahwa setiap warga Negara Republik Indonesia harus tunduk kepada Peraturan dan Perundang-Undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
Hal ini PARA TERLAPOR telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dengan telah melanggar Pasal 378 KUHP.
Pasal 378 KUHP, yang berbunyi :
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang ataupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun,”imbuhnya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP. Akmal Novian Reza, SIK kepada media ini mengatakan bahwa laporannya basuk dan nanti akan ditindaklanjuti,”singkatnya. (TIM)

Pos terkait