Sekilas Info

Klarifikasi Komisaris PT.IDE, Terkait Penipuan Gita Wiryawan

Jakarta - Hubungan antara PT. MAJ Bekasi Sejahtera (anak perusahaan Ancora Group) milik Gita Wiryawan dengan PT IDE Cipla Realti, yang dalam hal ini diwakili oleh Sdr, II selaku Direktur Utama dan Sdr. HG selaku Komisaris adalah murni Hubungan Kerjasama, bukan investasi Pembangunan Apartemen. Hal ini dibuktikan dengan adanya Perjanjian Pengembangan Lahan Cibubur tertanggal 29 Desember 2017 dan ditandatangani oleh Para Pihak yang bersangkutan, saat itu salah satunya ialah Sdr. Juanto Salim, yang saat ini selaku Komisaris dan PT. MAJ Bekasi Sejahtera.

Berbicara atas nama Penasihat Hukum HG,  Sakti Manurung kepada media, Rabu (11/11/2020) mengatakan bahwa berdasarkan pada Akta Kesepakatan Bersama No.13, tertanggal 14 Mei 2018 antara PT. IDE dengan Pemilik Lahan, yang diterbitkan oleh Notaris sangat jelas tertuang bahwa telah terjadi Kesepakatan Jual beli tanah antara Para Pihak, serta disaksikan juga oleh Sdr. Juanto Salim (Selaku Komisaris PT. MAJ), dan Pihak dari PT. IDE pun sudah ada melakukan pembayaran tanah, perizinan, arsitek dan biaya keperluan lainnya yang berhubungan dengan proyek kerjasama tersebut. Oleh karena hal ini, maka sangat tidak berdasar dan merupakan fitnah yang keji apabila ada pihak/ oknum yang mengalakan lahan tidak pernah dijual oleh pemiliknya.

Sebelum adanya Laporan Kepolisian (tertanggal 11 Juni 2019) dan Pihak PT. MAJ kepada Pihak PT IDE, pada tanggal 1 Oktober 2018, Pihak dari PT. MAJ (diwakili olen Sdr. Juanto Salim selaku Komisaris) bersama dengan Pihak PT. IDE (diwakili oleh Sdr. II selaku Direktur, dan Sdr. HG selaku Komisaris) telah membuat Akta Penyelesaian yang diterbitkan oleh Nolaris sebagai bentuk penyelesaian atas permasalahan ini, serta Pihak dari PT. IDE pun telah melakukan pengemballan dana kepada Pihak PT. MAJ, sebagaimana tertuang dalam Akta Penyelesaian.

Sakti menambahkan, beredar berita yang menerangkan bahwa Sdr. HG menggunakan uang yang didapat dan Kerjasama tersebut untuk membeli kendaraan mewah (Mobil Lamborghini dan Mc Laren), ini merupakan Fitnah yang keji. Karena faktanya, Sdr, HG telah memiliki unit kendaraan tersebut di bulan September 2016 sebelum adanya Hubungan Kerjasama dengan PT. MAJ, yaitu di bulan Desember 2017.

Maka sangat jelas bahwa hal ini sama sekali tidak ada hubungannya terhadap permasalahan ini. Perkara tersebut saat ini masih dalam tahap Pemeriksaan Saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Namun, yang perlu digaris bawahi ialan Jaksa Penuntut Umum dalam Surat Dakwaannya tidak ada mendakwakan Pasal 378 KUHP terhadap Sdr. HG maupun Sdr. II. Maka sangat jelas sekali bahwa perkara ini BUKAN Merupakan Suatu Tindak Pidana Penipuan seperti yang diberitakan oleh Oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Sakti menambahkan, bahwa pada tanggal 8 September 2020 di SPKT Polda Metro Jaya, Sdr. II (selaku Pelapor) telah melaporkan Sdr. MU, Sdr. JS, dan Sdr. TS, atas dugaan tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan, dengan kerugian uang sebesar Rp.4.000.000.000 (empat miiar rupiah), dan Sdr. HG pun menjadi Saksi dalam Laporan tersebut, Klien saya (Sdr. HG), akan menempuh jalur hukum ada Pihak/ Oknum yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong, mencemarkan nama baiknya, dan/ atau melakukan perbuatan yang dapat merugikan dirinya. (Red)

( Sumber Berita : 1nusa.info )
Penulis:

Baca Juga