Sekilas Info

Gedung Abdul Rauf (Mega Proyek 3 Pilar) Hancur Lebur, Ini Kata Ketua IKKS Pekanbaru

Gedung Abdul Rauf
KETERANGAN FOTO UTAMA : Kondisi Luar Gedung Abdul Rauf, Korban Kejahatan Proyek 3 Pilar

PEKANBARU, SUARAKITA.id -- Tabir Misteri yang terdapat didalam Skandal Pembangunan Mega Proyek 3 Pilar di Kabupaten Kuantan Singingi (KUANSING) sampai saat ini masih menjadi Tanda Tanya. Kendati memang baru-baru ini Pihak Kejaksaan Negeri Kuansing Langsung turun kembali mengecek keberadaan fisik, hasil dari Proyek yang Menelan Anggaran Ratusan Milyar itu, namun Titik Terang belum juga kelihatan.

Seperti yang disampaikan Kajari Kuansing (22/9/2020). Melalui sambungan WhatsApp pribadinya, bahwa Perhitungan Kerugian Negara sudah keluar, Maka pihaknya juga akan langsung Menetapkan Tersangka Baru.

"Ahli sedang menghitung bang, dalam waktu dekat ini sudah keluar hasil perhitungan kerugiannya. Harap maklum bang, Tks" ungkap Hadiman SH MH, Kajari Kuansing.

Jaksa Hadiman yang dikenal mudah senyum itu juga katakan, bahwa Skandal Kasus Mega Proyek 3 Pilar akan segera Menemui Titik Terang.

Disinggung mengenai Kondisi Gedung Abdul Rauf, salah satu Korban dari Mega Proyek 3 Pilar, Jaksa Hadiman hanya katakan, bahwa pihaknya juga telah Menindaklanjuti hal tersebut.

Sebagai informasi, bahwa Mega Proyek 3 Pilar juga telah "Menodai" Harga Diri Masyarakat Kuansing. Pasalnya, Gedung Abdul Rauf adalah salah satu bahagian dari Peninggalan Sejarah Pahlawan Kuansing. Dahulu Gedung tersebut dalam kondisi bagus, namun karena Pemerintah saat itu ingin sekali Melakukan "Kegiatan" Gedung yang bagus itu ternyata ingin di-Perbaiki lagi, Alhasil sampai saat ini justru dalam Kondisi Hancur Lebur, tak terawat dan sama sekali tidak difungsikan.

Terkait dengan hal itu, Jurnalis SuaraKita.id berusaha menghubungi salah satu Pemuka Masyarakat Kuansing yang ada di Kota Pekanbaru, yakni bapak dr H Taswin Yacob, selaku Ketua Umum Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru.

Menurutnya, bahwa keadaan atas kondisi Gedung Abdul Rauf saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Karena sudah sangat jelas Mencoreng Nama Baik dan Harga Diri Masyarakat Kuansing, terlebih bagi para Pemimpin, Pendiri dan Tokoh-Tokoh Masyarakat.

"Itu Gedung awalnya dalam keadaan baik-baik saja. Dulukan kita lihat, antara Hotel dengan Gedung Abdul Rauf itu Terpisah, tapi kenapa sekarang jadi disatukan. Kalau dulu Gedung itu Peruntukannya sangat jelas. Sudah bagus, Kegiatan sangat sering dilakukan didalam Gedung itu. Bagi saya, dahulu Gedung itu sudah Layak dan Nyaman, tetapi saat ini justru keadaannya sungguh sangat memprihatinkan" ungkap Ketum IKKS Pekanbaru itu, dengan nada sedih.

Lanjutnya lagi, bahwa terkait Permasalahan hukum yang juga dikenalnya sebagai Skandal Mega Proyek 3 Pilar, IKKS Pekanbaru dengan tegas Mendesak Aparat Penegak Hukum, agar lebih serius lagi Mengusut Tuntas kasus tersebut.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Gabungan Lembaga Anti Korupsi juga kembali melayangkan Laporan Resminya ke Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, yakni terkait berbagai macam Skandal Kasus Korupsi di Kabupaten Kuantan Singingi.

Adapun Kasus yang kami Laporkan juga tak terlepas dari hubungannya dengan Skandal Mega Proyek 3 Pilar, Kasus Pengadaan Rumah Pimpinan DPRD Kabupaten Kuansing, Kasus Kegiatan Fiktif di Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan, Kasus Penyelewengan Dana Aspirasi dan Reses Anggota DPRD Kuansing dan DPRD Provinsi Riau dari Daerah Pemilihan Kuansing-Inhu serta Kasus Penyelewengan Dana Hibah atau Bansos oleh beberapa Organisasi di Kuansing.

"Bagi kami, Semangat Anti Korupsi adalah bahagian dari Ajaran Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Sampai kapanpun Para Koruptor dan Kejahatan Kera Putih ini akan kami Lawan. Ingat! Jangan sok teriak-teriak Bermarwah, Bersih ataupun Istilah Bapak Pembangunan, kalau Negeri Jalur sampai saat ini masih jauh dengan Kata Sejahtera. Wong Sarana, Prasarana dan Infrastruktur disana aja masih Kurang Bagus. Semuanya di-Korup oleh manusia-manusia yang menjual Kalimat Agama, namun pada kenyataanya Perampok APBD!" kesal Yunus S.Sos, Ketua Umum Gabungan Lembaga Anti Korupsi, seraya menunjukkan beberapa bundel berkas Laporannya.  (*)  SARIAMAN

Kasus Korupsi
KETERANGAN FOTO TAMBAHAN : Gambar Ilustrasi Korupsi

Baca Juga